When you judge another, you don’t define them, you define your self.

Dengan latar belakang Agama, dia meminta orang-orang merubah cara mereka melakukan sesuatu, tapi dia meminta dengan cara yang tidak cukup baik. Tidak cukup baik bagi saya karena rasanya seolah menuntut tetapi tidak introspeksi diri. Merasa sudah paling benar, tidak mau mengalah dan parahnya menasehatkan kebaikan dengan cara yang buruk, menyulut peperangan. 

Apa yang anda pkirkan saat membaca kasus tersebut?
Easily Judging

Ini adalah salah satu contoh orang yang beragama, tahu banyak tentang agamanya dan mengatasnamakan agama untuk menunjuk kesalahan cara orang lain. Cara orang lain yang tidak seperti caranya. Dan baginya, cara yg tidak seperti caranya adalah SALAH!

Satu pertanyaan menggelayuti kepala saya ; mengapa orang yg beragama (tahu banyak tentang agamanya, yang konon sudah menjalankan agamanya, bahkan berani mengajarkan pada orang lain).. bisa memiliki perilaku seperti ini?

Mengapa agamanya yg sangat mulia tidak mampu merubah perilakunya?

Bukankah agama apapun senantiasa mengajarkan kebaikan? Bukankah keberagamaan mestinya punya korelasi yang positif dengan peningkatan perilaku seseorang?

Mestinya sih begitu..tapi praktiknya bisa sangat berbeda.

Ini adalah persoalan paradigma yang berasal dari cara pandang kita terhadap diri kita, maupun orang lain. Sebelum cara pandang ini dirubah, jangan harap ada perubahan dalam tingkah laku kita.

When you judge another, you don’t define them, you define your self.

Ya Rabb.. jagalah hamba,dan teman-teman hamba dari yg demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s