Hubungan antara Wortel dengan Kesehatan Mata

 

girl with carrot ^_^Jaman dulu,saya tidak tahu tepatnya tahun berapa.. Kaisar Roma,Caligula..percaya bahwa wortel mempunyai kemampuan merangsang gairah sex,membuat laki2 lebih perkasa dan perempuan lebih hot! Konon,ia pernah menjamu seluruh senat Roma dg hidangan yg hanya terdiri dr wortel. Maksudnya spy ia bs melihat senatornya berpesta spt wild animal.(kalo sampai ada film-nya, nonton ini harus bimbingan org tua)

Eh,tapi sebenarnya ini gak ada hubunganya dengan apa yg ingin saya ceritakan. Tapi biarlah,buat intermezzo.

Pada suatu malam saya mengunjungi nenek saya yang baru saja selesai menjalani pengangkatan mata kirinya yang mengalami masalah. Dan beliau mendengar percakapan saya dengan ayah saya. Saat itu saya mengeluhkan kacamata yg saya pakai ukuran lensanya sekarang sudah tidak fix lagi. Mungkin silindernya nambah lagi. (Setelah beberapa hari kmudian saya cek ke optik memang benar sudah nambah)

Kembali ke nenek saya.

Beliau menasihati saya untuk rajin makan wortel,minum jus wortel,ngemil wortel,dll pokoknya all about wortel is d’best lah..

Beliau bilang biar gak kayak nenek kalo tua jd rabun,saya harus banyak konsumsi wortel..

Hmmm?? Bener gak sih..?
kelenceee >:D

Mitos tentang wortel berawal dari Perang Dunia II. Saat itu British Royal Air Force mencoba merahasiakan kenyataan bahwa mereka sedang mengembangkan sistem radar udara yang canggih untuk menembak pesawat pembom Jerman. Mereka menyebar cerita bahwa kecermatan para pilot tempur Inggris pada malam hari adalah berkat makan wortel. Memang betul wortel kaya akan beta-karoten yang penting untuk penglihatan. Tubuh mengubah beta-karoten menjadi vitamin A dan memang kekurangan vitamin A yang ekstrem bisa menyebabkan kebutaan.

Namun sedikit sekali beta-karoten yang diperlukan untuk ketajaman penglihatan. Jika kita tidak kekurangan vitamin A,penglihatan kita tidak akan menjadi lebih tajam berapa banyakpun wortel yang kita makan. Sesungguhnya upaya mencerna kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan. Yang antara lain meliputi gejala-gejala seperti kulit yg menjadi kekuningan,kerontokan rambut, penurunan berat badan, letih,dan sakit kepala.

Well,tanpa bermaksud durhaka pada nenek saya (becoz u know grandma..,how much i luph u pull in this life,or even in the next life after die) piss ah grandama.. Doakan aku cucu mu ini cepet nikah ya!!

^__^ v

bukan jg saya gak doyan wortel. Tp konsumsi wortel sebanyak apapun tdk akan membuat saya sehebat elang atau burung hantu. Jadi,tetap makan wortel untuk skedar penuhi kebutuhan vit.A

Dan,ahir kata..saya persembahkan tulisan aneh ini untuk sahabat setia saya “kaca mata”

Yg telah menemani saya selama 8tahun belakangan dan membantu saya membedakan dg baik antara cowok yg bener2 ganteng dg cowok yg agak2 ganteng.

Thanks buddy for ur dedication..

 

Advertisements

When you judge another, you don’t define them, you define your self.

Dengan latar belakang Agama, dia meminta orang-orang merubah cara mereka melakukan sesuatu, tapi dia meminta dengan cara yang tidak cukup baik. Tidak cukup baik bagi saya karena rasanya seolah menuntut tetapi tidak introspeksi diri. Merasa sudah paling benar, tidak mau mengalah dan parahnya menasehatkan kebaikan dengan cara yang buruk, menyulut peperangan. 

Apa yang anda pkirkan saat membaca kasus tersebut?
Easily Judging

Ini adalah salah satu contoh orang yang beragama, tahu banyak tentang agamanya dan mengatasnamakan agama untuk menunjuk kesalahan cara orang lain. Cara orang lain yang tidak seperti caranya. Dan baginya, cara yg tidak seperti caranya adalah SALAH!

Satu pertanyaan menggelayuti kepala saya ; mengapa orang yg beragama (tahu banyak tentang agamanya, yang konon sudah menjalankan agamanya, bahkan berani mengajarkan pada orang lain).. bisa memiliki perilaku seperti ini?

Mengapa agamanya yg sangat mulia tidak mampu merubah perilakunya?

Bukankah agama apapun senantiasa mengajarkan kebaikan? Bukankah keberagamaan mestinya punya korelasi yang positif dengan peningkatan perilaku seseorang?

Mestinya sih begitu..tapi praktiknya bisa sangat berbeda.

Ini adalah persoalan paradigma yang berasal dari cara pandang kita terhadap diri kita, maupun orang lain. Sebelum cara pandang ini dirubah, jangan harap ada perubahan dalam tingkah laku kita.

When you judge another, you don’t define them, you define your self.

Ya Rabb.. jagalah hamba,dan teman-teman hamba dari yg demikian.